Press ESC to close

Biaya Jurnal Scopus

JAWABAN SINGKAT

Berapa biaya publikasi jurnal Scopus?

Anggapan bahwa jurnal Scopus selalu mahal tidak selalu benar. Dari 29 jurnal Scopus yang kami himpun, 17 di antaranya tidak memungut biaya publikasi kepada penulis. Yang memungut berkisar dari USD 250 hingga CHF 1.500, dengan sebagian jurnal Indonesia di kisaran Rp3 juta sampai Rp15 juta.

Tidak memungut biaya17 dari 29 jurnal
Kisaran yang memungutUSD 250 – CHF 1.500
Waktu proses30 hari sampai 12 bulan
Nilai angka kredit30 sampai 40 poin

Namun ada satu hal penting di balik kata “tidak memungut biaya” yang perlu Anda pahami sebelum menyimpulkan, dan itu dibahas di bagian pertama.

Sebaran Biaya dari 29 Jurnal Scopus

Kami menghimpun 29 jurnal terindeks Scopus beserta kebijakan biaya dan perkiraan waktu prosesnya. Berikut sebarannya.

Kebijakan Biaya 29 Jurnal Scopus
Kebijakan Jumlah jurnal Porsi
Tidak memungut biaya kepada penulis 17 58,6%
Memungut biaya 12 41,4%
Metode: daftar ini kami himpun dari jurnal yang kami telusuri dan dampingi prosesnya, bukan sampel acak dari seluruh koleksi Scopus. Karena itu angkanya menggambarkan daftar ini, bukan jurnal Scopus pada umumnya. Kebijakan biaya dan waktu proses dapat berubah sewaktu-waktu — periksa selalu halaman resmi jurnal tujuan Anda.

Rentang tarif pada jurnal yang memungut cukup lebar:

  • Sekitar USD 250 pada beberapa jurnal dengan proses relatif cepat.
  • Sekitar EUR 200 sampai EUR 300 pada jurnal terbitan Eropa.
  • Sekitar RM 300 pada jurnal terbitan Malaysia.
  • Hingga CHF 1.500 pada jurnal penerbit besar berbasis Swiss.
  • Sekitar Rp3 juta sampai Rp15 juta pada beberapa jurnal, termasuk yang terbitan Indonesia.

Yang perlu dicatat soal daftar ini

Dua puluh sembilan jurnal bukan sampel acak. Daftar ini terhimpun dari jurnal yang kami telusuri dan dampingi, sehingga cenderung memuat jurnal yang prosesnya jelas dan tarifnya masuk akal.

Kami menyampaikannya apa adanya agar Anda dapat menilai sendiri seberapa jauh angka ini bisa diandalkan. Yang pasti, angka ini cukup untuk membantah anggapan bahwa publikasi Scopus selalu menelan biaya puluhan juta.

Dua Alasan Sebuah Jurnal Tidak Memungut Biaya

Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Ketika sebuah jurnal Scopus disebut tidak memungut biaya, ada dua kemungkinan yang berbeda — dan konsekuensinya bagi Anda juga berbeda.

Pertama, jurnal berlangganan

Pada model ini, artikel hanya dapat dibaca oleh mereka yang berlangganan atau melalui institusi yang melanggan. Penerbit memperoleh pendapatan dari langganan, sehingga tidak perlu memungut biaya kepada penulis.

Bagi Anda, ini berarti publikasi tanpa biaya. Tetapi artikel Anda tidak dapat dibaca bebas oleh publik, sehingga jangkauan dan peluang sitasinya lebih terbatas. Sebagian besar jurnal terbitan penerbit besar internasional yang tidak memungut biaya masuk kategori ini.

Kedua, jurnal akses terbuka yang dibiayai pihak lain

Pada model ini, artikel dapat dibaca siapa saja secara bebas, dan ongkos pengelolaannya ditanggung institusi penyelenggara, asosiasi profesi, atau lembaga pendanaan. Penulis tidak dipungut biaya sekaligus artikelnya tetap terbuka.

Ini kombinasi terbaik bila Anda menemukannya. Beberapa jurnal terbitan universitas negeri dan asosiasi profesi di Asia Tenggara masuk kategori ini.

Cara membedakannya

Buka satu artikel terbitan terakhir jurnal tersebut. Bila Anda bisa mengunduh berkas lengkapnya tanpa diminta berlangganan atau membayar, berarti jurnal itu akses terbuka. Bila muncul permintaan berlangganan, berarti jurnal berlangganan.

Keduanya sah dan sama-sama diakui untuk keperluan angka kredit. Yang berbeda hanyalah seberapa luas artikel Anda dapat dijangkau pembaca.

Kuartil Tidak Menentukan Tarif

Banyak yang mengira semakin tinggi kuartil semakin mahal biayanya. Data yang kami himpun tidak menunjukkan hubungan seperti itu.

Kebijakan Biaya Menurut Kuartil
Dari 27 jurnal yang kuartilnya tercatat.
Kuartil Tidak memungut biaya Total jurnal
Q1 4 6
Q2 10 14
Q3 3 7
Proporsi jurnal tanpa biaya justru paling tinggi di Q1 dan Q2. Kuartil menggambarkan posisi jurnal berdasarkan sitasi dalam bidangnya, bukan kebijakan tarifnya.

Yang lebih menentukan tarif adalah model penerbitannya — apakah berlangganan atau akses terbuka — dan siapa penerbitnya. Jurnal terbitan penerbit komersial besar dengan model akses terbuka cenderung menetapkan tarif tertinggi, terlepas dari kuartilnya.

Ingin Dibantu Memilih Jurnal Scopus yang Sesuai?

Kirimkan gambaran naskah dan tenggat Anda. Kami bantu petakan jurnal yang sesuai bidang, dengan kebijakan biaya dan waktu proses yang masuk akal untuk kebutuhan Anda.

Konsultasikan Naskah Anda

Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.

Waktu Proses Sangat Beragam

Ini pertimbangan yang sering lebih menentukan daripada biaya, terutama bila Anda dikejar tenggat.

Dari 29 jurnal yang kami himpun, perkiraan waktu dari pengiriman sampai penerbitan berkisar 30 hari sampai 12 bulan. Selisihnya lebih dari dua belas kali lipat.

Gambaran Waktu Proses
Rentang waktu Karakter
1 sampai 3 bulan Umumnya jurnal dengan alur editorial yang mapan dan antrean pendek
4 sampai 6 bulan Rentang yang paling banyak dijumpai
7 sampai 9 bulan Umumnya jurnal dengan telaah berlapis atau antrean panjang
10 sampai 12 bulan Perlu diperhitungkan bila Anda punya tenggat
Angka ini merupakan perkiraan dan sangat bergantung pada kesiapan naskah serta jumlah putaran revisi yang diminta reviewer. Naskah yang sudah sesuai templat dan fokus jurnal umumnya melewati proses lebih singkat.

Waspadai janji terbit sangat cepat

Bila sebuah pihak menjanjikan penerbitan di jurnal Scopus dalam hitungan minggu, periksa lebih teliti. Proses telaah sejawat yang sepatutnya memerlukan waktu, dan jurnal yang melewatinya justru patut dipertanyakan.

Waktu tercepat dalam daftar kami adalah 30 hari, dan itu pun pada jurnal dengan alur editorial yang sudah sangat mapan.

Nilai Angka Kredit Jurnal Scopus

Inilah alasan utama jurnal Scopus banyak dituju dosen di Indonesia.

Nilai Angka Kredit Menurut Kepmendiktisaintek 63/M/Kep/2025
Kategori publikasi Angka kredit
Jurnal internasional bereputasi (terindeks dan berfaktor dampak) 40
Jurnal internasional terindeks basis data bereputasi 30
Jurnal internasional terindeks di luar kategori di atas 20
Jurnal nasional terakreditasi SINTA 1 dan 2 25
Jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 dan 4 15
Sumber: Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/Kep/2025. Penempatan sebuah jurnal Scopus ke kategori 40 atau 30 bergantung pada pemenuhan kriteria faktor dampak. Untuk kepastian penerapan pada berkas Anda, konsultasikan dengan tim kepegawaian perguruan tinggi.

Nilai 30 sampai 40 angka kredit itu jauh di atas jurnal nasional. Sebagai pembanding, jurnal terakreditasi SINTA 1 dan 2 bernilai 25, sementara SINTA 3 dan 4 bernilai 15.

Rincian nilai angka kredit jurnal nasional kami bahas di panduan biaya publikasi jurnal SINTA 1 sampai 6.

Cara Memeriksa Biaya dan Status Jurnal

Berapa pun angka yang Anda baca, yang berlaku tetap kebijakan resmi jurnal tujuan. Empat langkah berikut bisa Anda kerjakan sendiri.

1

Pastikan status indeksasinya masih aktif

Buka scopus.com/sources dan cari jurnalnya berdasarkan nama atau nomor ISSN. Perhatikan apakah status indeksasinya masih aktif atau sudah dihentikan. Jurnal yang pernah terindeks lalu dikeluarkan tetap sering mengaku terindeks Scopus di situsnya.

2

Periksa kuartil dan bidangnya

Telusuri di scimagojr.com untuk melihat kuartil terbaru dan bidang keilmuan jurnal tersebut. Pastikan bidangnya sesuai dengan naskah Anda, karena ketidaksesuaian fokus adalah penyebab penolakan yang paling sering terjadi.

3

Buka halaman biaya di situs jurnal

Cari halaman bernama Article Processing Charge, Author Fees, atau Publication Fee. Perhatikan mata uangnya dan apakah ada biaya tambahan untuk gambar berwarna atau naskah yang melebihi jumlah halaman tertentu.

4

Tanyakan program keringanan biaya

Banyak penerbit internasional menyediakan keringanan atau pembebasan biaya bagi penulis dari negara berpendapatan menengah ke bawah. Kebijakannya sering tidak dipromosikan, jadi tanyakan langsung lewat surel sebelum mengirim naskah.

Yang Perlu Diwaspadai

  • Klaim terindeks Scopus yang tidak bisa ditelusuri di scopus.com/sources. Ini pemeriksaan pertama yang harus Anda lakukan.
  • Jurnal yang status indeksasinya sudah dihentikan. Scopus secara berkala mengeluarkan jurnal yang tidak lagi memenuhi standar, dan sebagian tetap mengaku terindeks setelahnya.
  • Penawaran terbit sangat cepat tanpa penjelasan proses telaahnya.
  • Permintaan pembayaran sebelum naskah dinyatakan diterima. Pada jurnal yang dikelola benar, tagihan baru muncul setelah keputusan penerimaan.
  • Tarif yang berubah di tengah proses atau tagihan yang tidak disebutkan di awal.

Membedakan biaya jurnal dan biaya pendampingan

Seluruh angka di artikel ini adalah biaya yang ditagih penerbit jurnal dan dibayarkan langsung ke jurnal tujuan. Anda sepenuhnya bisa mengurus prosesnya sendiri.

Sebagian penulis memakai jasa pendampingan untuk penyuntingan naskah, pemilihan jurnal, dan penanganan revisi. Biaya tersebut terpisah dari biaya jurnal, besarnya berbeda menurut kebutuhan naskah, dan dapat berubah berkala.

Penutup

Anggapan bahwa publikasi Scopus selalu menelan biaya puluhan juta tidak sesuai dengan yang kami temukan. Dari 29 jurnal yang kami himpun, lebih dari separuh tidak memungut biaya kepada penulis.

Yang lebih menentukan pilihan Anda justru bukan tarifnya, melainkan tiga hal lain: apakah status indeksasinya masih aktif, apakah bidangnya sesuai dengan naskah Anda, dan berapa lama waktu prosesnya dibanding tenggat yang Anda punya.

Butuh Bantuan Menyiapkan Naskah?

Kami membantu dosen dan mahasiswa pascasarjana menyiapkan naskah, memilih jurnal yang sesuai bidang, dan menangani revisi dari reviewer.

Konsultasikan Naskah Anda

Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa biaya publikasi jurnal Scopus?

Sangat beragam. Dari 29 jurnal Scopus yang kami himpun, 17 di antaranya tidak memungut biaya kepada penulis. Yang memungut berkisar dari USD 250 hingga CHF 1.500, dengan beberapa jurnal di kisaran Rp3 juta sampai Rp15 juta.

Apakah ada jurnal Scopus yang gratis?

Ada, dan jumlahnya tidak sedikit. Ada dua alasan sebuah jurnal tidak memungut biaya: karena berbasis langganan sehingga pendapatannya dari pembaca, atau karena akses terbuka yang ongkosnya ditanggung institusi penyelenggara.

Apakah kuartil menentukan biaya publikasi?

Tidak. Dalam data yang kami himpun, proporsi jurnal tanpa biaya justru paling tinggi di Q1 dan Q2. Yang lebih menentukan adalah model penerbitannya dan siapa penerbitnya.

Berapa lama proses publikasi di jurnal Scopus?

Dari 29 jurnal yang kami himpun, perkiraannya berkisar 30 hari sampai 12 bulan. Rentang yang paling banyak dijumpai adalah 4 sampai 6 bulan. Waktu ini sangat bergantung pada kesiapan naskah dan jumlah putaran revisi.

Berapa angka kredit publikasi di jurnal Scopus?

Menurut Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/Kep/2025, jurnal internasional bereputasi bernilai 40 angka kredit dan jurnal internasional terindeks basis data bereputasi bernilai 30. Penempatan sebuah jurnal ke kategori tersebut bergantung pada pemenuhan kriteria yang ditetapkan.

Bagaimana memastikan sebuah jurnal benar terindeks Scopus?

Buka scopus.com/sources dan cari jurnalnya berdasarkan nama atau nomor ISSN. Perhatikan apakah status indeksasinya masih aktif, karena Scopus secara berkala mengeluarkan jurnal yang tidak lagi memenuhi standar.

Abdy Hamdani

Hallo Salam kenal saya Abdy Hamdani, Penulis aktif di website penulis aktif yang berfokus pada topik pendidikan, penelitian, publikasi jurnal ilmiah, dan pengembangan akademik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *