Artikel ini menjelaskan ketentuan sebenarnya menurut regulasi terbaru, membedakan dua hal yang sering tertukar, dan menunjukkan cara memeriksa sendiri tarif jurnal yang Anda tuju.
Dua Hal Berbeda yang Sering Tertukar
Sebelum membahas apa pun, ini perlu diluruskan karena keduanya kerap dianggap sama padahal berbeda jauh.
Index Copernicus International atau ICI adalah lembaga asal Polandia yang beroperasi sejak 1999. Produk utamanya ICI Journals Master List, yaitu daftar jurnal yang telah melewati evaluasi berdasarkan sejumlah kriteria pengelolaan.
Nilai Angka Kredit Menurut Regulasi Terbaru
Di sinilah letak kebingungannya. Bila Anda menelusuri kata kunci ini, Anda akan menemukan klaim yang saling bertentangan: ada yang menyebut Copernicus tidak diakui sama sekali, ada yang menyebutnya setara jurnal internasional bereputasi.
Ketentuan terbarunya justru mengubah gambaran itu.
Copernicus tidak lagi disebut sebagai kategori tersendiri
Aturan tahun 2025 pernah mencantumkan kategori jurnal nasional berbahasa resmi PBB yang terindeks CABI atau Copernicus dengan nilai 20 angka kredit. Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026 yang berlaku sekarang tidak lagi memuat kategori itu.
Jadi nilai angka kredit artikel Anda kini ditentukan oleh status jurnalnya, misalnya terakreditasi SINTA atau terindeks Scopus, bukan oleh indeksasi Copernicus.
Yang perlu diperiksa dari jurnal terindeks Copernicus
Karena indeksasi Copernicus tidak lagi menentukan nilai, periksa status lain yang dimiliki jurnal tujuan:
- Akreditasi SINTA. Bila jurnalnya jurnal nasional terakreditasi, nilainya mengikuti peringkat SINTA, yaitu 25, 20, atau 15.
- Indeksasi Scopus atau Web of Science. Bila jurnalnya terindeks Scopus dengan SJR di atas 0,1 atau Web of Science dengan IF di atas 0,05, nilainya 33 sampai 40 sesuai kuartil.
- Tanpa keduanya. Jurnal nasional ber ISSN yang belum terakreditasi bernilai 10, dengan batas pengakuan tertentu untuk pengusulan Lektor Kepala dan Profesor.
Status inilah yang dinilai tim PAK, jadi pastikan buktinya lengkap sebelum berkas diajukan.
Jangan berpatokan pada klaim lama
Banyak artikel masih menulis bahwa jurnal terindeks Copernicus bernilai 20 angka kredit, lebih tinggi dari SINTA 3 dan 4. Klaim itu berasal dari aturan tahun 2025. Sekarang SINTA 3 dan 4 justru bernilai 20, sedangkan Copernicus tidak disebut tersendiri.
Namun perlu ditimbang juga: reputasi Index Copernicus tidak setara Scopus, dan sebagian institusi punya kebijakan internal sendiri. Konfirmasikan ke tim kepegawaian sebelum menjadikannya andalan.
Apa Itu ICV dan Bagaimana Membacanya
Jurnal yang lolos evaluasi ICI memperoleh nilai bernama Index Copernicus Value atau ICV. Nilai ini diberikan berdasarkan penilaian atas mutu pengelolaan jurnal, keteraturan terbit, digitalisasi, dan aspek internasionalisasinya.
- ICV bukan faktor dampak. Berbeda dengan metrik seperti Impact Factor atau SJR yang menghitung sitasi, ICV menilai pengelolaan jurnal, bukan pengaruh ilmiahnya.
- ICV diperbarui setiap tahun. Sebuah jurnal bisa punya nilai berbeda dari tahun ke tahun, atau berhenti dinilai bila tidak memperbarui datanya.
- Periksa tahun penilaian terakhirnya. Jurnal yang terakhir dinilai beberapa tahun lalu menandakan pengelolanya tidak lagi memperbarui data ke ICI.
Karena kriteria masuknya lebih terbuka dibanding Scopus, terindeks Copernicus sebaiknya dipahami sebagai penanda kelengkapan pengelolaan, bukan penanda mutu ilmiah tertinggi.
Ingin Dibantu Memeriksa Kelayakan Jurnal Tujuan?
Kirimkan tautan jurnal yang Anda incar. Kami bantu periksa status indeksasi, kebijakan biayanya, dan apakah jalur itu sesuai dengan kebutuhan angka kredit Anda.
Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.
Membandingkan dengan SINTA dan Scopus
Rincian nilai angka kredit tiap peringkat SINTA kami bahas di panduan biaya publikasi jurnal SINTA.
Soal Biaya Publikasinya
Kami tidak menemukan basis data publik yang menghimpun tarif jurnal terindeks Copernicus secara menyeluruh, sehingga tidak ada angka yang dapat kami verifikasi.
Artinya kisaran biaya Copernicus yang beredar di internet merupakan perkiraan, bukan hasil pemeriksaan. Kami memilih tidak menambahkan satu perkiraan lagi.
Kisaran dari jurnal yang kami tangani
Dari beberapa jurnal terindeks Copernicus yang kami dampingi prosesnya, biaya publikasinya berbeda-beda menurut penerbit dan bidang ilmu, dan umumnya ditetapkan dalam dolar sehingga nilainya dalam rupiah ikut bergantung pada kurs.
Jumlah jurnal yang menjadi dasar pengamatan ini hanya beberapa, sehingga terlalu sedikit untuk disebut sebagai gambaran umum. Tarif tiap jurnal bisa berbeda jauh menurut bidang ilmu dan model publikasinya. Perlakukan gambaran ini sebagai titik pijak awal, bukan patokan.
Sebagai pembanding, jurnal Indonesia yang terdaftar di DOAJ menunjukkan sebaran yang jauh lebih rendah: 45,5% tidak memungut biaya dan mayoritas yang memungut berada di kelompok biaya ringan. Namun itu gambaran jurnal Indonesia secara keseluruhan, bukan khusus yang terindeks Copernicus.
Data selengkapnya soal biaya jurnal Indonesia di DOAJ ada di analisis biaya publikasi jurnal DOAJ.
Cara Memeriksa Status dan Tarif Jurnal
Karena tidak ada basis data tarif yang bisa dirujuk, langkah berikut menjadi cara yang paling dapat diandalkan.
Periksa status indeksasinya di portal resmi
Buka journals.indexcopernicus.com dan cari jurnalnya berdasarkan nama atau nomor ISSN. Perhatikan tahun penilaian terakhirnya, bukan sekadar apakah jurnal pernah terdaftar. Jangan bergantung pada daftar statis di blog mana pun, karena datanya cepat usang.
Pastikan status jurnalnya
Nilai angka kredit ditentukan oleh status jurnal, misalnya terakreditasi SINTA atau terindeks Scopus, bukan oleh indeksasi Copernicus. Periksa kedua status itu di portal resminya sebelum mengirim naskah.
Buka halaman Author Fees di situs jurnal
Cari halaman Author Fees, Publication Fee, atau Biaya Publikasi di menu About atau Submissions. Ini satu-satunya sumber tarif yang resmi. Bila halaman ini tidak ada sama sekali, tanyakan langsung sebelum mengirim naskah.
Konfirmasikan ke tim kepegawaian Anda
Sebelum menjadikan jalur Copernicus sebagai andalan untuk kenaikan jabatan, tanyakan lebih dulu ke tim kepegawaian perguruan tinggi Anda. Sebagian institusi punya kebijakan internal yang lebih ketat daripada ketentuan umum.
Klaim Terindeks Copernicus yang Perlu Diwaspadai
Karena kriteria masuk Index Copernicus lebih terbuka, klaim terindeks Copernicus juga lebih sering dipakai untuk meyakinkan penulis. Beberapa hal yang perlu Anda periksa:
- Klaim terindeks Copernicus yang tidak bisa ditelusuri di journals.indexcopernicus.com.
- Jurnal yang menampilkan lambang Copernicus di situsnya tetapi tidak mencantumkan nomor ISSN yang bisa diverifikasi.
- Nilai ICV yang dicantumkan berasal dari beberapa tahun lalu, tanpa penilaian terbaru.
- Penawaran yang menyebut Copernicus setara Scopus. Keduanya berbeda jauh, baik dari kriteria masuk maupun nilai angka kreditnya.
- Menagih pembayaran sebelum naskah dinyatakan diterima.
Membedakan biaya jurnal dan biaya pendampingan
Biaya publikasi yang dibahas di artikel ini adalah tarif yang ditagih penerbit jurnal dan dibayarkan langsung ke jurnal tujuan. Anda sepenuhnya bisa mengurus prosesnya sendiri.
Sebagian penulis memakai jasa pendampingan untuk penyuntingan naskah, pemilihan jurnal, dan penanganan revisi. Biaya tersebut terpisah dari biaya jurnal dan dapat berubah berkala.
Penutup
Dari jurnal yang kami tangani, biaya publikasi di jurnal terindeks Copernicus berbeda-beda di tiap jurnal dan umumnya ditetapkan dalam dolar. Gambaran itu berasal dari beberapa jurnal saja, jadi perlakukan sebagai titik pijak. Tetapi ada yang lebih penting daripada soal biaya.
Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026 tidak lagi menyebut Index Copernicus sebagai kategori tersendiri. Nilai angka kredit artikel Anda ditentukan oleh status jurnalnya, misalnya terakreditasi SINTA atau terindeks Scopus.
Sebelum memutuskan, periksa status indeksasinya di portal resmi dan konfirmasikan ke tim kepegawaian perguruan tinggi Anda. Dua langkah itu memakan waktu singkat dan bisa mencegah kekeliruan yang mahal.
Butuh Bantuan Menyiapkan Naskah?
Kami membantu dosen dan mahasiswa pascasarjana menyiapkan naskah, memilih jurnal yang sesuai bidang, dan menangani revisi dari reviewer.
Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya publikasi jurnal Copernicus?
Dari beberapa jurnal terindeks Copernicus yang kami dampingi prosesnya, biayanya berbeda di tiap jurnal dan umumnya ditetapkan dalam dolar, sehingga nilainya dalam rupiah ikut bergantung pada kurs. Jumlah jurnal yang menjadi dasar pengamatan ini hanya beberapa, sehingga sebaiknya diperlakukan sebagai titik pijak awal. Periksa halaman Author Fees di situs jurnal tujuan Anda untuk angka yang berlaku.
Apakah Index Copernicus diakui untuk angka kredit?
Tidak sebagai kategori tersendiri. Aturan tahun 2025 pernah memberi nilai 20 untuk jurnal nasional berbahasa resmi PBB yang terindeks CABI atau Copernicus, tetapi Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026 tidak lagi memuat kategori itu. Nilainya kini mengikuti status jurnal, misalnya akreditasi SINTA atau indeksasi Scopus.
Apakah Copernicus setara dengan Scopus?
Tidak. Kriteria masuk Index Copernicus jauh lebih terbuka. Jurnal internasional bereputasi bernilai 33 sampai 40 angka kredit, sedangkan indeksasi Copernicus tidak disebut sebagai kategori tersendiri.
Apa bedanya Copernicus Publications dan Index Copernicus?
Copernicus Publications adalah penerbit jurnal asal Jerman yang jurnalnya banyak terindeks Scopus dan Web of Science. Index Copernicus adalah basis data indeksasi asal Polandia yang menilai jurnal dengan metrik ICV. Keduanya sering tertukar padahal berbeda.
Apa itu nilai ICV?
Index Copernicus Value adalah nilai tahunan yang diberikan berdasarkan penilaian atas mutu pengelolaan jurnal, keteraturan terbit, dan aspek internasionalisasinya. ICV bukan faktor dampak dan tidak menghitung sitasi.
Lebih baik Copernicus atau SINTA?
Bergantung kondisi jurnalnya. Untuk angka kredit, jalur SINTA lebih jelas. SINTA 1 dan 2 bernilai 25 dan SINTA 3 dan 4 bernilai 20, sedangkan indeksasi Copernicus tidak disebut sebagai kategori tersendiri dalam Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026. Konfirmasikan ke tim kepegawaian sebelum memutuskan.

