
Artikel ini menjelaskan ketentuan sebenarnya menurut regulasi terbaru, membedakan dua hal yang sering tertukar, dan menunjukkan cara memeriksa sendiri tarif jurnal yang Anda tuju.
Daftar Isi
Dua Hal Berbeda yang Sering Tertukar
Sebelum membahas apa pun, ini perlu diluruskan karena keduanya kerap dianggap sama padahal berbeda jauh.
Index Copernicus International atau ICI adalah lembaga asal Polandia yang beroperasi sejak 1999. Produk utamanya ICI Journals Master List, yaitu daftar jurnal yang telah melewati evaluasi berdasarkan sejumlah kriteria pengelolaan.
Nilai Angka Kredit Menurut Regulasi Terbaru
Di sinilah letak kebingungannya. Bila Anda menelusuri kata kunci ini, Anda akan menemukan klaim yang saling bertentangan: ada yang menyebut Copernicus tidak diakui sama sekali, ada yang menyebutnya setara jurnal internasional bereputasi.
Keduanya keliru, dan regulasinya sebenarnya cukup jelas.
Copernicus disebut secara eksplisit dalam regulasi
Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/Kep/2025 mencantumkan kategori jurnal nasional berbahasa resmi PBB yang terindeks CABI atau Copernicus, dengan nilai 20 angka kredit.
Jadi Copernicus memang diakui. Tetapi perhatikan penempatannya: kategori ini masuk kelompok jurnal nasional, bukan jurnal internasional bereputasi.
Tiga syarat yang harus dipenuhi bersamaan
Nilai 20 angka kredit itu tidak berlaku otomatis untuk setiap jurnal terindeks Copernicus. Perhatikan rumusan kategorinya:
- Berstatus jurnal nasional. Kategori ini berada dalam kelompok jurnal nasional, sehingga jurnal luar negeri yang terindeks Copernicus tidak masuk ke sini.
- Berbahasa resmi PBB. Artinya artikelnya diterbitkan dalam salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dalam praktiknya umumnya bahasa Inggris.
- Terindeks CABI atau Copernicus. Status indeksasinya harus dapat dibuktikan dan masih berlaku pada saat berkas diajukan.
Ketiganya harus terpenuhi bersamaan. Bila salah satu tidak terpenuhi, jurnal tersebut kemungkinan masuk kategori lain dengan nilai berbeda.
Menariknya, nilainya di atas SINTA 3 dan 4
Kategori Copernicus bernilai 20 angka kredit, sementara jurnal terakreditasi SINTA 3 dan 4 bernilai 15. Bagi jurnal nasional berbahasa Inggris yang memenuhi ketiga syarat di atas, jalur ini memberi nilai lebih tinggi.
Namun perlu ditimbang juga: reputasi Index Copernicus tidak setara Scopus, dan sebagian institusi punya kebijakan internal sendiri. Konfirmasikan ke tim kepegawaian sebelum menjadikannya andalan.
Apa Itu ICV dan Bagaimana Membacanya
Jurnal yang lolos evaluasi ICI memperoleh nilai bernama Index Copernicus Value atau ICV. Nilai ini diberikan berdasarkan penilaian atas mutu pengelolaan jurnal, keteraturan terbit, digitalisasi, dan aspek internasionalisasinya.
- ICV bukan faktor dampak. Berbeda dengan metrik seperti Impact Factor atau SJR yang menghitung sitasi, ICV menilai pengelolaan jurnal — bukan pengaruh ilmiahnya.
- ICV diperbarui setiap tahun. Sebuah jurnal bisa punya nilai berbeda dari tahun ke tahun, atau berhenti dinilai bila tidak memperbarui datanya.
- Periksa tahun penilaian terakhirnya. Jurnal yang terakhir dinilai beberapa tahun lalu menandakan pengelolanya tidak lagi memperbarui data ke ICI.
Karena kriteria masuknya lebih terbuka dibanding Scopus, terindeks Copernicus sebaiknya dipahami sebagai penanda kelengkapan pengelolaan, bukan penanda mutu ilmiah tertinggi.
Ingin Dibantu Memeriksa Kelayakan Jurnal Tujuan?
Kirimkan tautan jurnal yang Anda incar. Kami bantu periksa status indeksasi, kebijakan biayanya, dan apakah jalur itu sesuai dengan kebutuhan angka kredit Anda.
Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.
Membandingkan dengan SINTA dan Scopus
Rincian nilai angka kredit tiap peringkat SINTA kami bahas di panduan biaya publikasi jurnal SINTA 1 sampai 6.
Soal Biaya Publikasinya
Kami tidak menemukan basis data publik yang menghimpun tarif jurnal terindeks Copernicus secara menyeluruh, sehingga tidak ada angka yang dapat kami verifikasi.
Artinya kisaran biaya Copernicus yang beredar di internet merupakan perkiraan, bukan hasil pemeriksaan. Kami memilih tidak menambahkan satu perkiraan lagi.
Kisaran dari jurnal yang kami tangani
Dari beberapa jurnal terindeks Copernicus yang kami dampingi prosesnya, biaya publikasinya berada di kisaran USD 50 sampai USD 300. Pada kurs sekitar Rp16.300 per dolar, itu setara Rp800 ribu sampai Rp4,9 juta.
Jumlah jurnal yang menjadi dasar angka ini hanya beberapa, sehingga terlalu sedikit untuk disebut sebagai gambaran umum. Tarif tiap jurnal bisa berbeda jauh menurut bidang ilmu dan model publikasinya. Perlakukan angka ini sebagai titik pijak awal, bukan patokan.
Sebagai pembanding, jurnal Indonesia yang terdaftar di DOAJ menunjukkan sebaran yang jauh lebih rendah — 45,5% tidak memungut biaya dan nilai tengah di antara yang memungut adalah Rp600.000. Namun itu gambaran jurnal Indonesia secara keseluruhan, bukan khusus yang terindeks Copernicus.
Data selengkapnya soal biaya jurnal Indonesia di DOAJ ada di analisis biaya publikasi jurnal DOAJ.
Cara Memeriksa Status dan Tarif Jurnal
Karena tidak ada basis data tarif yang bisa dirujuk, langkah berikut menjadi cara yang paling dapat diandalkan.
Periksa status indeksasinya di portal resmi
Buka journals.indexcopernicus.com dan cari jurnalnya berdasarkan nama atau nomor ISSN. Perhatikan tahun penilaian terakhirnya, bukan sekadar apakah jurnal pernah terdaftar. Jangan bergantung pada daftar statis di blog mana pun, karena datanya cepat usang.
Pastikan bahasa dan status jurnalnya
Untuk memperoleh nilai 20 angka kredit, jurnal harus berstatus jurnal nasional dan berbahasa resmi PBB. Periksa apakah artikel-artikelnya memang diterbitkan dalam bahasa Inggris, dan apakah penerbitnya berkedudukan di Indonesia.
Buka halaman Author Fees di situs jurnal
Cari halaman Author Fees, Publication Fee, atau Biaya Publikasi di menu About atau Submissions. Ini satu-satunya sumber tarif yang resmi. Bila halaman ini tidak ada sama sekali, tanyakan langsung sebelum mengirim naskah.
Konfirmasikan ke tim kepegawaian Anda
Sebelum menjadikan jalur Copernicus sebagai andalan untuk kenaikan jabatan, tanyakan lebih dulu ke tim kepegawaian perguruan tinggi Anda. Sebagian institusi punya kebijakan internal yang lebih ketat daripada ketentuan umum.
Klaim Terindeks Copernicus yang Perlu Diwaspadai
Karena kriteria masuk Index Copernicus lebih terbuka, klaim terindeks Copernicus juga lebih sering dipakai untuk meyakinkan penulis. Beberapa hal yang perlu Anda periksa:
- Klaim terindeks Copernicus yang tidak bisa ditelusuri di journals.indexcopernicus.com.
- Jurnal yang menampilkan lambang Copernicus di situsnya tetapi tidak mencantumkan nomor ISSN yang bisa diverifikasi.
- Nilai ICV yang dicantumkan berasal dari beberapa tahun lalu, tanpa penilaian terbaru.
- Penawaran yang menyebut Copernicus setara Scopus. Keduanya berbeda jauh, baik dari kriteria masuk maupun nilai angka kreditnya.
- Menagih pembayaran sebelum naskah dinyatakan diterima.
Membedakan biaya jurnal dan biaya pendampingan
Biaya publikasi yang dibahas di artikel ini adalah tarif yang ditagih penerbit jurnal dan dibayarkan langsung ke jurnal tujuan. Anda sepenuhnya bisa mengurus prosesnya sendiri.
Sebagian penulis memakai jasa pendampingan untuk penyuntingan naskah, pemilihan jurnal, dan penanganan revisi. Biaya tersebut terpisah dari biaya jurnal dan dapat berubah berkala.
Penutup
Dari jurnal yang kami tangani, biaya publikasi di jurnal terindeks Copernicus berkisar USD 50 sampai 300. Angka itu berasal dari beberapa jurnal saja, jadi perlakukan sebagai titik pijak. Tetapi ada yang lebih penting daripada angka itu.
Index Copernicus memang diakui dalam Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/Kep/2025, bernilai 20 angka kredit — lebih tinggi daripada SINTA 3 dan 4. Namun berlaku tiga syarat sekaligus, dan kategorinya masuk kelompok jurnal nasional, bukan internasional bereputasi.
Sebelum memutuskan, periksa status indeksasinya di portal resmi dan konfirmasikan ke tim kepegawaian perguruan tinggi Anda. Dua langkah itu memakan waktu singkat dan bisa mencegah kekeliruan yang mahal.
Butuh Bantuan Menyiapkan Naskah?
Kami membantu dosen dan mahasiswa pascasarjana menyiapkan naskah, memilih jurnal yang sesuai bidang, dan menangani revisi dari reviewer.
Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya publikasi jurnal Copernicus?
Dari beberapa jurnal terindeks Copernicus yang kami dampingi prosesnya, biayanya berada di kisaran USD 50 sampai USD 300 atau sekitar Rp800 ribu sampai Rp4,9 juta. Jumlah jurnal yang menjadi dasar angka ini hanya beberapa, sehingga sebaiknya diperlakukan sebagai titik pijak awal. Periksa halaman Author Fees di situs jurnal tujuan Anda untuk angka yang berlaku.
Apakah Index Copernicus diakui untuk angka kredit?
Diakui, dengan syarat. Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/Kep/2025 mencantumkan kategori jurnal nasional berbahasa resmi PBB yang terindeks CABI atau Copernicus dengan nilai 20 angka kredit. Ketiga syarat tersebut harus terpenuhi bersamaan.
Apakah Copernicus setara dengan Scopus?
Tidak. Kriteria masuk Index Copernicus jauh lebih terbuka, dan hal itu tercermin pada nilai angka kreditnya. Jurnal internasional terindeks basis data bereputasi bernilai 30 sampai 40 angka kredit, sementara kategori Copernicus bernilai 20.
Apa bedanya Copernicus Publications dan Index Copernicus?
Copernicus Publications adalah penerbit jurnal asal Jerman yang jurnalnya banyak terindeks Scopus dan Web of Science. Index Copernicus adalah basis data indeksasi asal Polandia yang menilai jurnal dengan metrik ICV. Keduanya sering tertukar padahal berbeda.
Apa itu nilai ICV?
Index Copernicus Value adalah nilai tahunan yang diberikan berdasarkan penilaian atas mutu pengelolaan jurnal, keteraturan terbit, dan aspek internasionalisasinya. ICV bukan faktor dampak dan tidak menghitung sitasi.
Lebih baik Copernicus atau SINTA?
Bergantung kondisi jurnalnya. Kategori Copernicus bernilai 20 angka kredit berbanding 15 untuk SINTA 3 dan 4, tetapi berlaku tiga syarat sekaligus. Untuk SINTA 1 dan 2 yang bernilai 25, jalur SINTA justru lebih tinggi. Konfirmasikan ke tim kepegawaian sebelum memutuskan.

Tinggalkan Balasan