
Halo Sobat Bima Publisher! Di artikel kali ini, kita akan membahas secara menyeluruh mengenai nilai KUM jurnal EBSCO topik penting bagi para dosen dan akademisi yang sedang mempersiapkan syarat kenaikan jabatan fungsional.
Jika kamu penasaran dengan bagaimana perhitungan angka kredit ini dilakukan dan bagaimana peran jurnal seperti EBSCO dalam sistem penilaian tersebut, simak artikel ini sampai tuntas.
Baca Juga : Publikasi Jurnal Ebsco
Apa Itu Nilai KUM Jurnal?

Nilai Kredit Usaha Mandiri (KUM) jurnal adalah angka kredit yang diberikan kepada dosen atas publikasi ilmiah dan aktivitas akademik lainnya yang relevan. Nilai KUM menjadi salah satu indikator penting dalam sistem kenaikan pangkat dosen, sesuai dengan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit atau PO PAK.
Jika kamu sedang mencari informasi tentang Jasa Publikasi Jurnal EBSCO, silakan kunjungi link yang sudah kami berikan di paragraf ini.
Mengapa Nilai KUM Jurnal Penting?

Nilai KUM sangat krusial dalam pengembangan karir dosen karena angka kredit dari publikasi ilmiah memiliki kontribusi tertinggi dibandingkan aktivitas lainnya. Berbeda dengan kegiatan mengajar atau membimbing mahasiswa yang hanya menghasilkan sekitar 1 poin, publikasi di jurnal bereputasi bisa menyumbang puluhan poin sekaligus.
Berapa Nilai KUM Jurnal?
Masih banyak kalangan akademisi yang belum memiliki pemahaman yang jelas mengenai berapa sebenarnya nilai Kredit Usaha Mandiri (KUM) yang diperoleh saat mempublikasikan hasil penelitian di jurnal nasional maupun internasional.
Melalui artikel ini, kami akan menyajikan penjelasan yang lebih komprehensif untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut.
Jika kamu ingin memahami lebih jauh, silakan lanjutkan membaca penjelasan di bawah ini.
| No. | Jenis Artikel Jurnal | Nilai PAK | Keterangan |
| A | Jurnal | ||
| 1 | Jurnal International Bereputasi | 40 | Web of Science memiliki IF WoS paling sedikit 0,05 dan atau Scopus dengan SJR jurnal paling sedikit 0,15 atau SJR jurnal di atas 0,10 dan Q3 |
| 2 | Jurnal Internasional | 30 | Web of Science memiliki IF WoS kurang dari 0,05 dan atau Scopus dengan SJR jurnal kurang dari 0,15 |
| 3 | Jurnal Internasional Berindeks | 20 | Terindeks: INSPEC, ESCI, EBSCO, Gale |
| 4 | Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta 1 dan 2 | 25 | Jika Sinta 1 yang termasuk kategori Jurnal Internasional golongan 1 & 2, maka dihitung sebagai golongan 1 & 2 |
| 5 | Jurnal Nasional berbahasa Inggris atau 1ahasa resmi PBB lainnya | 20 | Terindeks: CABI, Index Copernicus International (ICI), ACI, DOAJ |
| 6 | Jurnal Nasional berbahasa Indonesia Terakreditasi Sinta 3 dan 4 | 20 | Cukup jelas |
| 7 | Jurnal Nasional berbahasa Indonesia Terakreditasi Sinta 5 dan 6 | 15 | Cukup jelas |
| 8 | Jurnal Nasional | 10 | Author min. dari 2 institusi berbedaEditor min. dari 2 institusi berbeda |
| 9 | Jurnal Ilmiah yang ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat sebagai Jurnal Internasional | 10 | Cukup jelas |
| B | Prosiding | ||
| 1 | Internasional terindeks pada Scimagojr dan Scopus | 30 | Untuk prosiding IEEE xplore yang merupakan flag ship nya IEEE masuk kategori ini |
| 2 | Internasional terindeks pada WoS, Scopus, IEEE xplore, SPIE | 25 | Cukup jelas |
| 3 | Internasional | 15 | Tidak terindeks di Kategori 2 |
| 4 | Nasional | 10 | Cukup jelas |
| C | Hasil penelitian/pemikiran yang tidak disajikan dalam seminar/simposium/lokakarya, tetapi dimuat dalam prosiding | ||
| 1 | Internasional | 10 | Prosiding online tak berindeks |
| 2 | Nasional | 5 | Prosiding online tak berindeks |
Ketentuan Khusus PAK 2019 dalam Publikasi Jurnal

Peraturan terbaru memberikan penjelasan tentang jenis-jenis publikasi yang bisa diakui sebagai nilai KUM, terutama bagi dosen yang masih menempuh pendidikan lanjutan (S2/S3) atau yang sedang menyiapkan loncatan jabatan akademik.
1. Publikasi dari Tesis dan Disertasi
Karya ilmiah yang berasal dari hasil penelitian selama masa studi bisa diajukan sebagai nilai KUM, asalkan dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional. Namun, karya semacam ini tidak dapat digunakan untuk loncatan jabatan atau syarat khusus lainnya seperti menuju jabatan Guru Besar.
2. Publikasi dari Hasil Seminar
Jika artikel Anda berasal dari seminar, simposium, atau lokakarya dan diterbitkan di jurnal yang terindeks, maka publikasi tersebut tetap diakui sebagai kontribusi ilmiah. Namun, seperti sebelumnya, jenis ini juga tidak dapat digunakan untuk syarat loncatan jabatan akademik.
Syarat Loncat Jabatan Akademik dan Nilai Jurnal

Bagi dosen yang ingin mempercepat karirnya melalui loncatan jabatan, misalnya dari Asisten Ahli langsung ke Lektor Kepala, atau dari Lektor ke Profesor, ada ketentuan khusus mengenai nilai jurnal yang digunakan.
1. Syarat untuk Lektor Kepala
Untuk loncat jabatan dari Asisten Ahli ke Lektor Kepala, dibutuhkan setidaknya satu artikel yang diterbitkan di jurnal dengan nilai SJR atau JIF Web of Science minimal 0,50. Artikel ini juga harus diterbitkan setelah menyelesaikan pendidikan terakhir.
2. Syarat untuk Guru Besar
Untuk naik dari Lektor ke Profesor, dibutuhkan dua karya ilmiah dengan nilai SJR atau JIF minimal 1,00 yang juga telah dipublikasikan pasca pendidikan formal. Oleh karena itu, pemilihan jurnal tempat publikasi sangat berpengaruh terhadap kemungkinan kenaikan jabatan akademik.
Tips Memaksimalkan Nilai KUM dari Jurnal EBSCO

Jika Anda ingin mendapatkan nilai KUM jurnal EBSCO secara optimal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Teliti Akreditasi Jurnal Sebelum Submit
Pastikan jurnal yang Anda pilih telah memenuhi syarat akreditasi nasional atau internasional. Periksa apakah jurnal tersebut termasuk dalam daftar SINTA, Scopus, atau memiliki JIF yang memenuhi syarat PAK.
2. Siapkan Dokumen Pendukung
Setiap pengajuan nilai KUM wajib menyertakan bukti seperti bukti korespondensi, bukti review, bukti penerimaan, dan bukti publikasi. Jangan abaikan dokumen-dokumen ini karena akan menentukan keabsahan angka kredit Anda.
Kesimpulan
Nilai KUM jurnal EBSCO menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan karir dosen, terutama dalam proses pengajuan kenaikan pangkat atau loncatan jabatan fungsional. Memahami bagaimana nilai ini dihitung dan bagaimana memilih jurnal yang tepat dapat membantu Anda mencapai target akademik secara lebih efisien.

Tinggalkan Balasan